Masa Tanam Mundur, Petani di Sukoharjo Minta Dam Colo Tidak Ditutup

Ary Wahyu Wibowo
Dam Colo di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo. Foto: Ist.

Guna mengantisipasi kekeringan, petani meminta pengelola sumber irigasi tidak menutup bendungan pada 2021. 

“Nanti yang MT 3, usia padi baru 30-45 hari saat dam dikeringkan," ujarnya.

Menurut Sarjanto, pihaknya telah memastikan ketersediaan air di Dam Colo aman. Bahkan saat ini, aliran pintu air dibuka dengan volume 20 meter kubik per detik. Lebih tinggi dari kebutuhan irigasi lahan normal 16 meter kubik per detik. Pengelola dam juga tidak memiliki jadwal perbaikan atau pemeliharaan saluran tahun ini.

"Kami sudah cek ke bendungan langsung, air masih mencukupi," katanya. 

Sementara itu, sebagian besar lahan pertanian di Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto kini tengah panen. Kepala Desa Karangwuni, Hartono menyampaikan, sekitar 120 hektare lahan pertanian di desanya mundur masa tanam yang seharusnya mulai Agustus 2021. 

Padahal lahan bergantung air irigasi dari Dam Colo Timur. Jadwal penutupan bendungan membuat khawatir petani mengingat lahan masuk masa vegetatif dan terdampak kekeringan. 

"Sebab tidak ada jaminan pasokan air irigasi pada MT 3 mendatang," kata Hartono. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
11 hari lalu

Viral Petani di Tuban Terbang Pakai Drone Raksasa, Angkut Pupuk Lewati Tambak

28 hari lalu

Jombang Geger, Mayat Pria Ditemukan di Area Persawahan Dusun Semanding

1 bulan lalu

Tragis! Warga Madiun Tewas Tersengat Listrik dari Jebakan Tikus di Sawah

2 bulan lalu

Buat 5 Resep Inovasi, Syariah Hotel Solo Kenalkan Jamu lewat Welcome Drink

2 bulan lalu

38 Anggota Sindikat Penipuan Kripto Ditangkap, Raup Untung hingga Rp41 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal