Aktivitas perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah dilakukan WR Soepratman sudah lama sejak usianya beranjak remaja.
WR Soepratman lahir di Purworejo, kemudian pindah ke Makassar, Bandung, Wajo (Kota Sengkang) dan beberapa kota lainnya di Indonesia, terakhir menetap di Surabaya hingga akhir hayatnya, dimakamkan di daerah Tambaksari Surabaya.
Ayahanda WR Soepratman bernama Raden Djoemeno Senin Sastrosoehardjo alias Abdoel Moein dan ibunya bernama Siti Senen.
Raden Djoemeno Senen Sastrosoehardjo, meningal dan dimakamkan di Kabupaten Pemalang, tepatnya di kompleks makam Ancak Suci yang berada di Jalan Pemuda, depan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pemalang.
Di sekitar kompleks makam Ancak Suci yang berada di tengah kota Pemalang tersebut banyak berdiri bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda, baik sekolahan maupun gedung perkantoran, yang mana saling berhimpitan dengan kompleks hunian warga.