Saat peristiwa tersebut, dua korban tidak sempat menyelamatkan diri. Keduanya dan tertimbun material longsoran sedalam dua meter.
Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Kudus, Relawan FRPB, TNI, Polri, PMI bersama masyarakat sekitar berhasil mengevakuasi kedua korban pada pukul 11.30 WIB. "Selanjutnya, kedua korban diantarkan ke rumah duka dan dilakukan autopsi," katanya.
Raditya mengatakan, sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rilis terkait fenomena gerakan tanah yang terjadi pada bulan September dan Oktober 2020.
Menurut PVMBG, potensi pergerakan tanah sebelumnya banyak terjadi di wilayah timur Indonesia dan mulai meluas ke sejumlah wilayah di Indonesia. Wilayah tersebut di antaranya, sepanjang Pulau Sumatera di bagian barat dari Aceh hingga Lampung, Jawa, Kalimantan Barat di bagian timur, Kalimantan Tengah bagian tengah, Kalimantan Timur bagian tengah dan Kalimantan Utara.
Dalam dua bulan terakhir, PVMBG juga telah mencatat peristiwa gerakan tanah mulai dari Kabupaten Tabanan, Bali, pada Sabtu (10/10/2020) dan Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, pada Sabtu (10/10/2020) pukul 10.30 WIB.