"Pas kejadian Bapaknya itu sedang mengasah pisau kemudian tertimbun. Heri ditemukan kritis, terus selanjutnya meninggal saat perjalanan ke rumah sakit," kata Yohan di lokasi kejadian, Kamis (4/7/2024).
Menurutnya, korban Heri ditemukan 1 jam setelah kejadian dengan proses evakuasi manual dan dibawa ke RS Dr Oen. Sementara korban Wagiyo ditemukan 1 jam berselang dan langsung dibawa ke RS Moewardi.
Sementara itu, Ketua SAR Solo Mulyadi menambahkan, kondisi talut sudah retak. Selain itu ditambah adanya pembangunan di tanah penyangga talut tersebut.
"Memang fondasi sudah seperti itu, di sana talut, di atas ada pembangunan, ini makanya yang menjadi masalah ketika orang membangun," ucapnya.