“Kondisi bangunan rumah saya rusak dan lokasinya berbahaya, jadi saya bersama anak dan suami memilih mengungsi ke tempat yang aman karena kami melihat di area tanggul masih berbahaya,” katanya, Minggu (3/11/2019).
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Arif Rachman mengatakan, ada dua rumah warga yang rumah dibongkar akibat terkena longsoran tanggul. Para penghuni rumah tersebut saat ini mengungsi ke lokasi yang aman.
“Kami amati kondisi potensi susulan masih biosa saja terjadi, sehingga rumah yang kondisinya berbahaya di area bawah tanggul kami kosongkan dan yang rusak kami bongkar, dengan harapan warga tidak menempati lagi di area zona bahaya,” katanya.
Diketahui, tanggul setinggi 3 meter losngsor pada Sabtu (2/11/2019) dan menimpa rumah yang berada tepat di bawahnya. Bencana itu menewaskan satu orang dan dua lainnya luka-luka.
Tanggul longsor diduga akibat adanya rembesan air dari saluran irigasi dan munculnya sejumlah titik retakan. BPBD Banjarnegara mengimbau warga untuk tidak berada di area lokasi tanggul yang longsor karena kondisi tanah masih labil dan berbahaya.