Lereng Gunung Slamet, Saksi Dahsyatnya Pertempuran TNI dengan Tentara Belanda di Banyumas

iNews.id
Monumen Prompong dibangun sekitar tahun 1979 untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Dusun Prompong antara pasukan RI dengan Belanda. (Foto: iNews.id).

Sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang gugurnya para pahlawan dalam pertempuran Prompong. Maka keluarga besar IMAM membangun 'Monumen Prompong' yang terletak di jalan raya antara Purwokerto-Baturraden. 

Tugu berdiameter 200 sentimeter dengan tinggi 140 sentimeter dan berbentuk silinder serta tidak beraturan dibangun sekitar tahun 1979 untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Dusun Prompong antara pasukan RI dengan Belanda. 

Di antara tugu tersebut tersemat kalimat yang tertulis, meskipun sudah mulai lapuk termakan usia, tapi sepenggal kalimat tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya pertempuran kala itu.

Di pagi cerah dan hening ini, Gunung Slamet megah bagai saksi, Musuh datang merobek kesunyian  Awali hiruk pikuk pertempuran, Akhirnya Ku relakan jiwa ragaku ini, Kubiarkan darahku membasuh bumi  Kesemuanya untuk tanah pusaka tercinta, Indonesia merdeka (Prompong, 8 Agustus 1947.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
12 hari lalu

Panen Melimpah, Warga Lereng Gunung Slamet di Purbalingga Perang Tomat Busuk

15 hari lalu

Tradisi Seru Perang di Purbalingga, Ribuan Tomat Beterbangan Menyasar ke Segala Arah

28 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Penumpang Libur Sekolah, KAI Daop 5 Purwokerto Tambah 3.000 Kursi 

3 bulan lalu

Cek Kabar Pembatasan Hijab bagi Karyawati, Anggota DPR Datangi Mal di Purwokerto

3 bulan lalu

Balita 3,5 Tahun di Purbalingga Tewas Tersedak saat Makan Jelly, Nenek Korban Histeris

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal