Sebagai bentuk penghormatan untuk mengenang gugurnya para pahlawan dalam pertempuran Prompong. Maka keluarga besar IMAM membangun 'Monumen Prompong' yang terletak di jalan raya antara Purwokerto-Baturraden.
Tugu berdiameter 200 sentimeter dengan tinggi 140 sentimeter dan berbentuk silinder serta tidak beraturan dibangun sekitar tahun 1979 untuk mengenang pertempuran yang terjadi di Dusun Prompong antara pasukan RI dengan Belanda.
Di antara tugu tersebut tersemat kalimat yang tertulis, meskipun sudah mulai lapuk termakan usia, tapi sepenggal kalimat tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya pertempuran kala itu.
Di pagi cerah dan hening ini, Gunung Slamet megah bagai saksi, Musuh datang merobek kesunyian Awali hiruk pikuk pertempuran, Akhirnya Ku relakan jiwa ragaku ini, Kubiarkan darahku membasuh bumi Kesemuanya untuk tanah pusaka tercinta, Indonesia merdeka (Prompong, 8 Agustus 1947.