Legislator Semarang: 80 Persen Kedisiplinan Anak Hilang selama Pembelajaran Jarak Jauh

Ahmad Antoni
Sejumlah narasumber saat berbicara dalam Rakor Forum Media Sayang Anak dan Perempuan yang digelar DP3A Kota Semarang. (foto: Ist)

Pihak sekolah juga perlu melakukan upaya untuk mengembangkan ide dan kreativitas peserta didik, semisal dengan perlombaan sederhana maupun classmeeting.Tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kerja tim harus dikenalkan kembali agar tidak canggung. Kita siapkan mereka ke depan hidup normal. Ide dan kreatifitas harus dipacu,” ujarnya.

Sementara, Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, peran media dalam membangun Kota Semarang sangat penting. Sayang perempuan dan anak menjadi program pemerintah pusat.

Pemkot Semarang mencoba agar kekerasan terhadap anak bisa dikendalikan. Meski Kota Semarang telah mendapatkan penghargaan pengarustamaan gender, menurutnya, perempuan dan anak tetap menjadi perhatian Pemkot.

“Penghargaan sebagai bonus. Kami bergerak dalam rangka membangun kebersamaan, kita harus perhatikan perempuan dan anak agar mereka hidup happy tanpa ada kekerasan,” katanya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
4 hari lalu

Meriah! MPLS di SDN Purwoyoso 1 Semarang Undang Badut Sirkus meski Hanya Dapat 3 Siswa

17 hari lalu

Ledakan Mesin di Pabrik Herbal Semarang, 1 Pekerja Tewas 7 Luka Bakar

22 hari lalu

Viral Siswa SMP di Semarang Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi Turun Tangan

27 hari lalu

Pelaku Curas Ngaku Intel Polisi di Semarang Ditangkap, 1 Masih Buron

28 hari lalu

Polisi Gadungan Culik Penghuni Kos di Semarang, Rampas Motor dan Ponsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal