"Kertas tisu harus dilapiskan di tengahnya. Menutup baik hidung dan mulut. Ukuran besar 20 x 10 sentimeter. Bagi anak bisa disesuaikan," ujarnya.
Dia menyampaikan banyak keunggulan dari masker yang baru diciptakan tersebut. Di antaranya, proses pembuatan mudah, harga murah yakni sekira Rp2.500, bisa dipakai ulang, dan ramah lingkungan karena minim limbah.
"Bila sudah dipakai atau basah, tisu dilepas ganti baru. Bila sudah dipakai direndam dan dicuci dengan sabun. Selamat membuat dan semoga kita terlindung dari sakit karena virus korona," ucapnya.
Saat ini masker ciptaannya memasuki masa uji spray (simulasi batuk) dan uji tiup. Hal ini dilakukan untuk memastikan kuantitas masker sesuai SNI.