Pria warga Perumahan Sumber Mukti Indah Sumberejo, Rembang ini menambahkan sudah memberitahukan rencana tersebut kepada aparat kepolisian. Sehingga jika ada yang tidak diinginkan aparat keamanan sudah mengetahui.
“Minimal polisi tahu, kami njagani sing elek (waspadai hal buruk). Kalau ada apa-apa, pak polisi tahu rencana kami, biar ikut memantau, “ ucapnya.
Dalam acara ngamen bareng, dia sudah mewanti-wanti agar mengutamakan standar protokol kesehatan, sesuai anjuran pemerintah. Mulai cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Hasil dari ngamen bareng sebagian dipakai untuk anggota Pas Dendang, sedangkan sebagian lainnya disumbangkan kepada Pemkab Rembang, guna membantu penanganan Covid-19.
“Jadi kami seusai ngamen, ada rencana audiensi dengan pihak pemda, syukur bisa menghadap pak Bupati, sekaligus menyumbangkan sebagian hasil mengamen. Istilahnya kita ikut prihatin atas kondisi sekarang, “ kata Edi yang sehari-hari bekerja sebagai guru ini.
Menurut Edi Mulyono, ngamen bareng akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB, Kamis (18.6/2020). Ada empat sasaran yang ingin dituju, yakni kali pertama di kawasan TPI Tasikagung, kemudian Pasar Rembang, Perempatan Jaeni dan terakhir di lampu pengatur lalu lintas jalur Pantura depan Kantor Bupati Rembang.
“Masing-masing durasinya 1 jam. Kami mendorong pemerintah pusat memberikan solusi terbaik bagi kami. Tanpa pusat bergerak, daerah pun saya kira akan sulit memutuskan. Mohon pemerintah pusat tidak melihat pandemi Covid-19 dari satu sisi saja, " katanya.