Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral! Puluhan Biduan Dangdut di Jatim Jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Rp1,8 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Jadi Korban Investasi Bodong, Puluhan Biduan Dangdut Datangi Wakil Wali Kota Surabaya

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:26:00 WIB
Jadi Korban Investasi Bodong, Puluhan Biduan Dangdut Datangi Wakil Wali Kota Surabaya
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji saat menerima pengaduan puluhan biduan dangdut di Jawa Timur yang menjadi korban penipuan investasi bodong, Kamis (14/5/2026). (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Hal itu disampaikan menyusul kasus dugaan arisan bodong yang menimpa puluhan biduan dangdut dengan total kerugian mencapai Rp1,8 miliar.

Kasus tersebut menjadi viral di media sosial setelah para korban mendatangi rumah dinas Armuji untuk meminta bantuan penyelesaian perkara dan pengembalian dana dari terduga pelaku berinisial N, warga Sememi, Surabaya.

Puluhan biduan dangdut diduga menjadi korban penipuan arisan bodong dengan total kerugian mencapai Rp1,8 miliar. (Foto: iNews).
Puluhan biduan dangdut diduga menjadi korban penipuan arisan bodong dengan total kerugian mencapai Rp1,8 miliar. (Foto: iNews).

Menurut para korban, mereka tergiur mengikuti arisan karena dijanjikan keuntungan atau profit hingga jutaan rupiah dalam waktu singkat. Para korban juga mengaku memiliki bukti percakapan dan transfer dana kepada terduga pelaku.

Salah satu korban, Dea mengaku telah mentransfer lebih dari Rp40 juta setelah dijanjikan keuntungan sebesar 2 persen atau sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta.

“Bilangnya sih jual beli arisan biasa. Katanya ada orang yang mau jual benaran tapi ternyata tidak ada sama sekali alias bodong fiktif,” kata Dea, salah satu korban.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut