"Jenazah korban lalu dibawa ke puskesmas dan diperiksa tim Inafis. Sekarang sudah dikirim ke masing-masing alamat santri," katanya.
Menurut Hardiyono, petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan memasang police line. Saat musim hujan tambang galian C tersebut memang tidak ada aktivitas pengerukan. Kegiatan penambangan tanah uruk untuk proyek-proyek infrastruktur dan perumahan itu kembali berjalan saat musim kemarau.
"Ini tanah tegalan milik warga, ada pengusaha galian C untuk urukan bangunan di kota. Tadinya bukit dikeruk dengan beckhoe. Pas kemarau tidak ada air, tapi kalau musim hujan kedalaman air mencapai 2,5 meter," ucapnya.