“SOP yang dimaksud, kata Widoyono, adalah jika ditemukan kasus, selain melakukan isolasi kepada pasien, petugas kesehatan secara cepat harus memberi obat pencegahan penularan kepada siapa-siapa saja yang melakukan kontak dengan pasien,” kata dokter Widoyono.
Widyono juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menganggap remeh jika terserang flu, demam, dan batuk. Jika mengalami hal itu, kata dia, masyarakat harus segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan wabah difteri atau bukan.
“Penyakit dengan gejala adanya gangguan tenggorokan, batuk, pilek dan sesak napas ini secepatnya harus dilakukan penanganan secara cepat dan khusus,” tandasnya.