“Bulan April–Mei lalu saya ke Rusia, bicara dan minta izin ke orang tuanya. Kondisi sudah perang, tapi aman, soalnya jaraknya jauh dari lokasi perang,” ucap Anjar.
Gayung bersambut karena orang tua Nika merestui. Singkat cerita, bertempat di kediaman Anjar di Desa Tasikagung, Anjar dan Nika melangsungkan pernikahan.
Nika diwakili wali hakim karena keluarganya tidak ada yang bisa hadir dan sebatas menyaksikan prosesi ijab kabul lewat video call. Semua berjalan lancar.
Anjar bersyukur mendapatkan pasangan yang cantik, baik hati dan tidak memandang harta benda. Bahkan sampai saat ini, ia terkadang masih belum percaya memiliki isteri dari Rusia.
“Inginnya punya rumah sendiri. Kalau anak belum dulu, karena isteri mau kuliah lagi. Tapi apabila Tuhan menghendaki, ya Alhamdulilah," ucapnya.