Kisah Soegiarin Menyusup di Tengah Penjagaan Tentara Jepang demi Siarkan Berita Kemerdekaan RI

Ahmad Antoni
Soegiarno memandang foto Soegiarin ketika bersama istrinya. (foto: Istimewa)

Soegiarin layak dinobatkan sebagai pahlawan karena jasa-jasanya. Namun menurut Soegiarno (92) adik Soegiarin, kakaknya selama hidup tak pernah menuntut penghargaan dalam melaksanakan tugas pengabdiannya kepada negara. 

"Mas Gik (panggilan Soegiarin) justru senang berusaha sendiri dan selepas pensiun ingin mendirikan pabrik kertas. Namun sayangnya kala itu selalu ada yang merintangi karena disangkutkan hal politik,” kata Soegiarno, Kamis (12/8/2021). 

“Kami ini keluarga marhaen, nasionalis yang tentunya di era Orde Baru dianggap pengikut fanatik Bung Karno sehingga terimbas pada kebijakan politik era itu. Jadi kami seolah tidak diberi hak berkembang," katanya.

Pada makam Soegiarin terpampang prasasti bertuliskan "Di Sini Dimakamkan Markonis Soegiarin, Penyiar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia". Tulisan tersebut kata Soegiarno, berawal hanya untuk pengingat keluarga yang acap kali menziarahi makam. 

Namun oleh Danramil 13 Semarang Selatan, Mayor Inf Rahmatullah AR justru dibuat lebih bagus dengan batu granit hitam bertuliskan emas.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPRD DIY Usul Gelar Pahlawan Nasional bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

57 tahun lalu

Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah di Nganjuk, Resmikan Groundbreaking Museum Buruh

57 tahun lalu

Profil Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ditetapkan Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Gus Dur Resmi Pahlawan Nasional, Keluarga dan Pesantren di Jombang Sujud Syukur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal