Kisah Raden Patah dan Kesultanan Demak Serang Semarang, Tak Duduki Klenteng Sam Poo Kong

Avirista Midaada
Wisata di Kelenteng Sam Poo Kong (Foto: Instagram@hvic_32)

Mereka semuanya akhirnya dimanfaatkan oleh Raden Patah di beberapa bidang, termasuk bidang pembuatan kapal yang terkenal mahir. Orang-orang Tionghoa di Semarang terkenal sangat mahir melakukan pembuatan kapal. 

Kepandaian mereka diperlukan oleh Jimbun untuk memperbesar armada perkapalan di Kota Semarang, yang letaknya sangat strategis. Dengan kapal-kapal buatan orang-orang Tionghoa di Semarang itu, Jimbun akan menguasai lalu lintas kapal di lautan Jawa. 

Raden Patah membiarkan kelompok - kelompok itu hidup, namun ia juga mengupayakan agar mereka bisa memeluk agama Islam. Jimbun atau Raden Patah menghendaki simpati para penduduk di wilayah Demak dan Semarang untuk memperluas kekuasaannya di kemudian hari. Sikap itu memang sikap yang bijaksana dari seorang pemimpin yang sedang berumur 22 tahun. 

Penyerbuan Demak ke Kota Semarang oleh Demak pada tahun 1477 menurut Slamet Muljana, memang tidak pernah diberitakan dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Babad Tanah Jawi hanya menceritakan bahwa pada tahun 1477, Prabu Brawijaya memanggil Patih Gajah Mada dan menanyakan apakah Demak akan memberontak. 

Tidak dijelaskan, dalam hubungannya apa pertanyaan itu dikemukakan, patih Gajah Mada memberikan keterangan tentang pembukaan hutan Bintara di wilayah Demak oleh pendatang baru. Untuk memperoleh keterangan yang lebih jelas, Raden Kusen dipanggil. Raden Kusen menceritakan bahwa pendatang baru yang membuka hutan Bintara adalah saudaranya bernama Raden Patah. 

Raden Kusen diutus ke Demak untuk membawa Raden Patah ke Majapahit. Perintah ini dilaksanakan oleh Raden Patah ke Majapahit. Perintah ini dilaksanakan oleh Raden Kusen, sampai di Sripenganti, Raden Patah bertemu dengan sang Prabu Brawijaya. 

Di Babad Tanah Jawi itu dikisahkan bagaimana Prabu Brawijaya mengaca dan melihat bahwa rupanya mirip dengan Raden Patah. Raden Patah diaku sebagai putranya dan diberi pengukuhan atas daerah baru bernama Bintara, ia pun diangkat menjadi adipati Bintara.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

57 tahun lalu

Kecelakaan di Semarang, Truk Boks Meluncur di Tanjakan Silayur Tabrak SPBU

57 tahun lalu

Bandar Sabu di Semarang Ditangkap, Polisi Sita 9 Paket Sabu

57 tahun lalu

May Day! Polda Jateng Kerahkan 1.133 Personel Amankan Demo Buruh

57 tahun lalu

Mayat Misterius Tanpa Busana Ditemukan di Brown Canyon Semarang, Ada Luka di Leher

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal