Dia mengatakan, sudah ikut tes guru kontrak dua kali juga gagal. Menurutnya, kemarin menjadi kesempatan guru swasta bisa ikut, namun dia juga tidak tahu kalau ada pendaftaran P3K, dan dikasih tahu sama adiknya.
“Saya lulus P1 dengan nilai 680 di Mapel PPKN. Saya ikut seleksi yang tahun 2021 tapi yang tahap kedua karena swasta. Katanya setelah lulus akan direkrut di tahun 2022 tapi ternyata tahun 2022 belum dapat penempatan sampai masuk tahun 2023,” kata dia.
“Saya sudah usia 55 tahun, ya mengharapkan kalau masih ada kesempatan tapi kok sampai sekarang masih sama saja. Pemerintah tidak menganggap kalau guru swasta ikut mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Dia berharap yang sudah PG1 dapat penempatan di tahun 2023, semuanya tanpa terkecuali. Tapi sampai sekarang belum ada kabar, padahal sudah audiensi di DPRD, Dinas Pendidikan dan BKPPD Kabupaten Grobogan, tapi belum ada kepastian kapan diangkat dan lolos untuk penempatan P3K.
“Saya berharap karena usia sudah tua, berilah kesempatan bagi guru-guru swasta yang mengabdi puluhan tahun bisa merasakan apa itu ASN. Kita kan juga bersama-sama ikut mencerdaskan anak bangsa tapi kenapa dianaktirikan,” ujarnya.