“Makan sendiri sudah bisa, mandi sendiri sudah bisa. Hanya dia tak bisa dikendalikan emosinya. Dan dia juga tak bisa dikendalikan untuk berdiam diri. Dia selalu melarikan diri,” katanya.
Karena keterbatasan ekonomi, orang tua hanya bisa pasrah dan berharap ada bantuan dari pemerintah atau pihak swasta yang berkenan menyembuhkan kondisi anaknya hingga memberikannya bekal ketrampilan agar rendy bisa kembali hidup normal.
“Saat masih TK (taman kanak-kanak) biasa saja. Habis TK itu sudah kelihatan. Geraknya, marahnya, semuanya kalah dengan geraknya,” kata Daryanto, ayah Rendy.
“Kalau mau belajar menulis, sebentar ditinggal langsung lari. Pernah di SLB tapi baru beberapa bulan, pihak sekolah keberatan karena ruangannya belum tertutup,” katanya.