Kisah Perselisihan 2 Aliran Wali Songo Warnai Peresmian Masjid Agung Demak

Avirista Midaada
Masjid Agung Demak. (Ist)

Jalan tengah pun diusulkan, kedua belah pihak harus dituruti. Di mana peresmian masjid diawali dengan salat Jumat berjamaah bagi seluruh umat Islam yang sempat meramaikan. Setelah itu baru diadakan tontonan wayang di halaman masjid sebagai alat dakwah. 

Namun aliran Giri tetap menolak usulan itu. Lantas Sunan Kalijaga mengusulkan kepada sidang para wali bahwa gambar wayang itu harus diubah sedemikian rupa, sehingga seperti wayang kulit yang kita lihat zaman sekarang ini. 

Wayang kulit ini diubah oleh Sunan Kalijaga menjadi wayang kulit pada zaman Demak. Wayang beber menjadi istilah dari wayang kulit yang dicetuskan oleh Sunan Kalijaga pada tahun 1437 sebagaimana diambil dari buku "Kawruh Asali pun Ringgit" karangan R. M. Mangkudimeja. 

Setelah semuanya disepakati, maka diresmikanlah Masjid Agung Demak itu dengan dimulai salat Jumat berjamaah. Kemudian setelah itu baru diadakan keramaian tontonan wayang kulit. Di mana Sunan Kalijaga-lah yang tampil sebagai dalangnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Teks Khutbah Jumat Setelah Idul Adha 29 Mei 2026: Makna dan Hikmah Kurban

57 tahun lalu

Bacaan Takbir 7x Sholat Idul Adha, Lengkap Teks Arab dan Artinya

57 tahun lalu

Bacaan Niat Mandi Hari Raya Idul Adha, Arab dan Artinya Lengkap Tata Caranya

57 tahun lalu

7 Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha dan Sesudahnya bagi Umat Islam

57 tahun lalu

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Simak Bacaan, Tata Cara dan Keutamaannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal