Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teks Khutbah Jumat Setelah Idul Adha 29 Mei 2026: Makna dan Hikmah Kurban
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Perselisihan 2 Aliran Wali Songo Warnai Peresmian Masjid Agung Demak

Minggu, 10 Juli 2022 - 12:23:00 WIB
Kisah Perselisihan 2 Aliran Wali Songo Warnai Peresmian Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak. (Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Itulah sebabnya ketika masjid telah jadi, tampak masih goyah. Kemudian Sunan Kalijaga membuat soko tatal, sebagai lambang persatuan, bahwa tatal-tatal yang banyak itu disusun menjadi satu tiang yang kokoh dan kuat. Setelah dipasang, maka kokohlah masjid Agung Demak itu. 

Perselisihan pun kembali mewarnai kalau peresmian masjid. Aliran Tuban berpendapat akan meramaikan hari peresmian masjid itu dengan tontonan wayang dan dakwah Islam. Artinya masyarakat diundang dengan harapan agar dapat datang karena tertarik akan tontonan wayang. 

Setelah datang kemudian diberi ceramah agama, dan dikumpulkan di halaman masjid, gong baru ditabuh, dan masuknya mereka harus dengan melewati pintu gerbang, dengan karcis membaca syahadat. Namun ide itu ditolak oleh aliran Giri. 

Aliran mengusulkan agar hari peresmian Masjid Agung Demak itu dimulai dengan jamaah salat Jumat bagi seluruh rakyat yang memeluk Islam dan ada kesempatan untuk meramaikan datang ke Demak. Menurut aliran Giri, tontonan wayang haram hukumnya.

Sebab karena wayang itu berbentuk manusia dan menurut keterangan agama Islam, semua gambar - gambar yang berbentuk makhluk hidup adalah haram hukumnya. Apalagi menyimpan, melihat dan menonton saja tidak diperbolehkan. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut