Dari pengalaman ini, sang ibu pun mendoakan Komsiyah dan Budiono suatu saat akan menyusul pergi berhaji. “Tak dongakke nduk, sesok kowe bakal munggah kaji (saya doakan nak, besok kamu akan pergi berhaji),” ungkapnya, menirukan.
Doa dari sang ibu inilah yang kemudian membuat niat Komsiyah dan Budiono untuk menunaikan ibadah haji 2023 semakin besar, meski mereka hanya mengandalkan penghasilan dari menjual arang kayu.
Mereka pun rajin menabung dengan menyisihkan sebagian penghasilan. Komsiyah menyisihkan dari menjual arang kayu dan Budiono juga membantu mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dari hasil kebun, seperti jagung dan pisang untuk melunasi biaya haji.
Komsiyah juga mengenang, dulu untuk menjual arang harus digendong dari rumah menuju pasar Peterongan Semarang, berangkat dari rumah pukul 01.00 WIB dan pulang pada pukul 08.00 WIB.
Ketika itu, harga arang kayu satu gendongan (30 kilogram) hanya Rp250. Sekarang satu plastik arang kayu (1,2 kilogram) seharga Rp5.000. “Alhamdulillah, dari jerih payah ini sekarang bisa menjual 1 -1,5 ton arang kayu, sekali kirim,” ujarnya.