SEMARANG, iNews.id – Suasana sepi dan teduh, terasa di kompleks pemakaman di Dusun Krajan, RT 09 RW 02, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Makam tersebut terlihat bersih sehingga memberikan kenyamanan bagi para peziarah yang datang.
Dalam kompleks makam yang terdiri dari satu makam utama dan empat makam kecil tersebut terdapat jasad tokoh ulamaKi Ageng Cukil Wanakusuma.
Kompleks makam tersebut berada di sebelah sumber air yang biasa digunakan warga sekitar untuk mandi dan mengambil air bersih. Makam yang dipugar terakhir kali pada 2009 lalu itu berada di area lahan seluas tujuh kali enam meter dan berada sedikit lebih tinggi dari bangunan-bangunan lainnya.
Menurut salah seorang warga Krajan, Ahmad Soleh (58) makam Ki Ageng Cukil sering kali didatangi para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Ki Ageng Cukil adalah sosok pejuang yang berasal dari daerah Tuluh Watu, Magelang.
Dikisahkan Soleh, pada abad 18, sebelum sampai ke Desa Cukilan, Cukil muda banyak membantu masyarakat di daerahnya melawan penjajahan Belanda. Cukil bahkan sempat diangkat menjadi abdi dalem prajurit Keraton Yogyakarta sehingga namanya menjadi Cukil Wanakusuma.