"Awal perjalanan sebagai iOS developer setelah lulus MTS lanjut SMK, ketemulah SMK Raden Umar Said Kudus. Waktu masuk jurusan rekayasa perangkat lunak dulu ceweknya cuma 8 orang dari 25 siswa," katanya dikutip dari YouTube Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud-Ristek.
Meski begitu, dia merasa jurusan yang dipilihnya semakin dipelajari ternyata kian menyenangkan. Dia akhirnya menemukan bakatnya di bidang ini,
"Di sana (SMK RUS) di-support dengan tools, device yang high tech, resources yang mendukung juga. Jadi semakin dipelajari, kok makin seru. Saya akhirnya menemukan bakat di sini," ujarnya.
Dia mengatakan, dia mencoba melawan stigma yang menyebutkan perempuan tidak mengerti dasar teknologi dan pandangan umum bahwa perempuan lebih baik menikah dibanding menimba ilmu setinggi mungkin.
"Sayangnya enggak banyak perempuan khususnya dari daerah saya yang memiliki kesempatan yang sama, rata rata mereka dituntut orang tuanya buat disuruh nikah. Menurut saya, enggak boleh lagi ada pemikiran kayak gitu, khususnya para orang tua," ujarnya.