Namun, dengan tekadnya untuk sembuh, Fahmi berhasil menjalani masa pengobatan dalam waktu sekitar 7 bulan, dan melakukan pemasangan kaki palsu pada bulan Agustus 2020.
Tentunya semua biayanya itu diperoleh dari hasil kerja sampingannya di bidang IT. Ia menggeluti pekerjaan freelance jual beli NFT dengan modal kreativitasnya yang patut diacungi jempol.
Dia juga berhasil menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membangun sebuah usaha dibidang kuliner. Sayangnya usaha itu terpaksa gulung tikar karena imbas dari Covid-19 dan juga kesalahan legalitas merek.
Namun, tak berhenti sampai di situ, dia kemudian kembali merintis usahanya di bidang kuliner tepatnya di bidang makanan beku atau Frozen Food. Semangatnya untuk tidak menyerah dengan keterbatasannya, mendapatkan respons yang baik oleh lingkungannya.
"Mau nggak mau ya saya harus mengandalkan teknologi dan pikiran saya. Apalagi kalau makanan frozen kan nggak takut basi, jadi bisa meminimalisasi kerugian," ujarnya.