“Pelatihan (Balatkop) itu, saya merasakan efeknya, omzet naik dari 3-4 kali dalam 3 bulan (belasan juta) dari sebelum ikut pelatihan. Saat ini sudah merambah ke wedding tar, selain pesanan, ada cake, snack acara,” ujar Dina.
Menurutnya, materi yang diajarkan di Balatkop telah menjawab kebutuhannya dalam mencari uang yang ‘hilang’. “Selama ini kan saya kelihatan omzet banyak, duit banyak tapi uangnya enggak ada, ternyata tuyulnya kita sendiri. Ya karena uang diambil tidak dicatat, pembukuan usaha dan pribadi tercampur,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan di Balatkop, dia jadi tahu harus memisahkan antara uang pribadi sama usaha, termasuk aset. “Jadi kini bisa tahu pemetaan pasar, karena selama ini tak tahu,” katanya.
Dina menceritakan beberapa kejadian menarik selama menjalani roda bisnis kue ultah. Di antaranya memenuhi pesanan yang sifatnya mendadak.
“Ada pesanan mendadak barusan 2 minggu lalu. Pesan jam 9 malam untuk jam 12 malam. Dalam 3 jam sudah siap. Saat itu untuk surprise istrinya yang ultah. Eh besoknya juga ada pesanan di jam 11.30 untuk jam 12.00 WIB,” ujarnya.