Dia mengatakan, selama di rumah dia mencoba mengisi kegiatan dengan berjualan ayam kremes, pesanan nasi boks hingga snack. “Waktu itu tahun 2018, sebelum pandemi pesanan lumayan. Tiap bulan ada, tapi manajeman belum ada,” katanya.
Namun omzet penjualan ayam kremes mengalami penurunan drastis karena terdampak pandemi Covid-19 pada tahun 2019. Pemberlakuan PPKM dan sebagainya membuat pesanan merosot.
“Misalnya dalam sebulan biasanya Rp3 jutaan turun sampai Rp800.000. Saya pun harus putar otak. Saya berpikir usaha apa yang di masa pandemi tetap berjalan walaupun di rumah saja,” ujar Dina.
“Akhirnya saya memutuskan usaha membuat kue ultah. Walaupun pandemi, namun untuk merayakan ulang tahun keluarga inti tetap membutuhkan kue ultah. Dari situ malah banyak peminatnya. Saat itu mulai tahun 2020,” ujarnya.
Seiring perjalanan waktu, orderan kue ultah sudah mulai berjalan melalui online hingga saat ini. Namun diakuinya, manajemen pengelolaan masih berantakan. “Ya karena kita usaha masih coba-coba, tidak ada dasarnya, pengetahuan bisnis juga masih nol,” ungkapnya.