Kisah Candi Kembar dan Cinta Beda Agama Raja Kerajaan Mataram Kuno

Avirista Midaada
Candi kembar yang dibangun Raja Mataram Kuno untuk sang istri yang beda kepercayaan. (Foto: ist)

MALANG, iNews.id - Sebuah candi menjadi tanda kisah cinta pasangan suami istri berbeda agama di masa Kerajaan Mataram kuno. Namanya Candi Kembar yang berada di wilayah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah atau dikenal juga dengan sebutan Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Kedua pasutri yang diabadikan pada sebuah candi yakni Raja Mataram kuno Rakai Pikatan yang bernama asli Mpu Manuku dengan sang istri Pramodhawardani. Candi kembar ini dibangun sebagai simbol harmonisasi pernikahan keduanya.

Dikutip dari buku 'Perempuan-Perempuan Tangguh Penguasa Tanah Jawa' candi ini bergaya arsitektur campuran Hindu dan Buddha yang menandakan pernikahan beda agama keduanya. Kedua candi ini dibangun sekitar abad 9 Masehi.

Sebagian sejarawan menyebut candi kembar ini merupakan bentuk persembahan cinta Rakai Pikatan kepada Pramodawardhani. 

Pada Candi Plaosan Lor terdapat sesuatu yang unik, candi utama dikelilingi 174 stupa dan candi perwara. Candi perwara merupakan ciri khas kebudayaan Hindu, sedangkan stupa cirik has kebudayaan Buddha.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Guru Ngaji di Klaten Cabuli 2 Putri Kandung Sekaligus, Terungkap dari Diary Korban

57 tahun lalu

BNPB: Angin Kencang Rusak Belasan Rumah Warga di Klaten

57 tahun lalu

Bareskrim Bongkar Penyalahgunaan LPG Subsidi di Klaten, 2 Tersangka Ditangkap

57 tahun lalu

Jenazah Joko Catur Korban Helikopter Jatuh Tiba di Klaten, Disambut Isak Tangis

57 tahun lalu

Wow! Desa Wunut di Klaten Bagikan THR untuk Seluruh Warga, dari Bayi hingga Lansia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal