Masjid ini merupakan cikal bakal berdirinya sejumlah masjid di Desa Jembrak. Sebelum RM Rekso Wijoyo wafat, beliau sempat berpesan kepada anaknya agar dimakamkan di tempat tersendiri.
Setelah RM Rekso Wijoyo wafat, masyarakat memberi nama daerahnya dengan Desa Jembrak. Ini untuk menghargai dan mengenang jasa RM Rekso Wijoyo yang telah mengajarkan agama Islam dan membangun desa.
"Nama Jembrak itu, terinspirasi dari perawakan RM Rekso Wijoyo yang berbadan kekar berambut panjang dan berewokan. Kalau terkena angin rambut dan brewok panjangnya rembyak-rembyak (menjuntai melambai-lambai). Ciri fisik RM Rekso Wijoyo akhirnya dijadikan nama desa. Itu sejarah syiar Islam dan berdirinya Desa Jembrak," tuturnya.
Kini Desa Jembrak yang terdiri dari lima dusun, yakni Godegan, Ngerangan, Tegalsari, Grompol dan Tegalsale sudah berkembang pesat. Untuk mengenang jasa RM Rekso Wijoyo atau Ki Damarjati Ali, setiap bulan Dzulkaidah warga Desa Jembrak menggelar merti desa dan selamatan di makam pendiri desa.