Ini sengaja dilakukan untuk menyembunyikan identitas aslinya agar tidak terlacak Belanda. RM Rekso Wijoyo yang memiliki perawakan tinggi besar berambut gondrong dan berewokan.
"Dalam bersosialisasi, RM Rekso Wijoyo mengajarkan pertanian dan agama Islam kepada masyarakat. Beliau mengajarkan cara mengolah lahan dan bercocok tanam yang baik, seperti pengolahan lahan dengan sistim terasering,” kata warga Desa Jembrak, Sunaryo, Kamis (25/5/2023).
Sedangkan dalam melakukan syiar agama Islam, RM Rekso Widjojo mendirikan langgar (musala) di tempat yang jumlah penduduknya cukup banyak, yakni yang sekarang diberi nama Dusun Tegalsale. Di musala ini, RM Rekso Wijoyo mengajari masyarakat mengenai tata cara ibadah dan tuntunan agama Islam.
Seiring perjalanan waktu, ajaran agama Islam di daerah tersebut berkembang pesat. Jumlah penduduk yang memeluk agama islam terus bertambah banyak.
Selain mengajarkan agama Islam, RM Rekso Wijoyo juga membangun sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur. Daerah tersebut tumbuh maju dan terus berkembang. Sedangkan surau yang didirikan RM Rekso Wijoyo kini telah dibangun menjadi Masjid Baitussallam.