Furqon menambahkan, sebagai warga NU, sudah menjadi keharusan untuk memenangkan jika ada kadernya yang maju dalam Pilpres. "Kiai Ma'ruf sudah jelas posisi dan keberadaannya di NU. Darahnya jelas NU. Karena kita NU, sudah tentu milih yang NU," tandasnya.
Selain kaum perempuan, kata Furqon, sejumlah kiai juga sudah turun ke bawah untuk memahamkan siapa sosok Jokowi maupun Ma'ruf Amin.
Menurutnya, warga NU sudah cerdas. Tanpa perintah pun mereka sudah bergerak, mengingat yang maju dalam Pilpres adalah Rois Aam PBNU. "Memang kita harus bangga saat gambar kiai ada di rumah kita. Yakni gambar kiai Ma'ruf jika nanti sudah menjadi wakil presiden," ujarnya.
Koordinator JPNU Jawa Tengah Khizanaturrohmah mengatakan, sosok Jokowi sangat dekat dengan pesantren yang menjadi ciri NU. Selain itu, Jokowi pula yang menetapkan adanya Hari Santri Nasional.
"Ini juga sekalgus menjabawab adanya fitnah yang menyerang pak Jokowi, bahwa beliau disebut anti-Islam," katanya.
Atas dasar itu, dia mengajak seluruh kaum perempuan NU untuk terus bergerak memenangkan Jokowi-Ma'ruf. "Ajak keluarga di rumah, tetangga, dan masyarakat lain. Jelaskan prestasi Pak Jokowi yang selama ini sudah terbukti," tandasnya.