KH Maimoen Zubair Wafat, Cuaca Makkah Teduh Berawan

Antara
Cuaca di Kota Makkah, Arab Saudi teduh dan berawan saat KH Maimoen Zubair wafat. (Foto: istimewa)

Jenazah kemudian dibawa ke liat lahat untuk dimakamkan. Suasana di sekitar pemakaman sangat ramai dan berdesakan.

Sejumlah tokoh turut serta mengantarkan kepergian Mbah Moen. Salah satunya KH Syarif Rahmat yang menyebut Mbah Moen sebagai gunung yang tinggi sehingga wajar jika ia senantiasa meneduhi siapa pun.

“Mbah Moen adalah gunung yang tinggi, di dalam dirinya ada Alquran dan hadist dia tempat mengadu setiap orang, siapa pun dia terima. Hari ini gunung itu sudah diambil oleh Allah,” katanya.

Kiai Syarif berharap para penerusnya bisa berperan setidaknya menjadi AC minimal kipas angin yang menyejukkan ketika tidak bisa menjadi gunung yang tinggi.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karomah Mbah Bolong, Buat Lubang di Masjid Sunan Ampel Tembus Kakbah

57 tahun lalu

16 Doa Umroh Mabrur Lengkap Arab dan Latin

57 tahun lalu

Keistimewaan Sultan Agung, Bisa Pergi Secepat Kilat Sujud di Makkah Setiap Jumat

57 tahun lalu

Cerita Warga Subang 20 Tahun Tinggal di Arab Saudi, Penting Disimak bagi Kaum Perempuan

57 tahun lalu

36 Jemaah Haji asal Jateng-DIY Wafat di Tanah Suci Makkah, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal