Bahkan pernah mencapai di atas 50 derajat Celcius pada beberapa pekan lalu.
Saat KH Maimoen Zubair yang akrab disapa Mbah Moen dimakamkan, ribuan orang yang sebagian besar adalah jamaah dari Indonesia yang sedang dalam rangkaian ibadah haji turut serta memadati Pemakaman Ma’la, Makkah.
Mereka rela berdesakan dan berangkat secara swadaya ketika bus-bus shalawat yang biasanya melayani angkutan jamaah berhenti beroperasi untuk persiapan masyair.
Sebagian dari mereka juga mengikuti perjalanan dari mulai jenazah Mbah Moen diberangkatkan dari RS Al Noor menuju tempat dimandikannya di Masjid Muhajirin Khalidiyah kemudian disemayamkan hingga pukul 10.30 waktu Makkah di Kantor Urusan Haji Indonesia di Syisyah.
Mereka mengikuti jenazah ulama karismatik asal Rembang, Jateng hingga ke Masjidil Haram untuk disalatkan baru kemudian setelah zuhur diberangkatkan ke Ma’la.
Jenazah Mbah Moen tiba di Ma’la setelah waktu salat zuhur sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Ketika sampai di dekat liang lahat, jamaah yang belum sempat melakukan salat jenazah dipersilakan untuk menyalati Mbah Moen.