Ketakutan, Perawat yang Diteror di Sragen Berusia 50 Tahun dan Hidup Sendiri

Agregasi Solopos
Pesan WhatsApp berisi teror kepada tenaga kesehatan di Sragen. (Istimewa)

“Setelah dapat laporan dari nakes itu, terus terang kami kaget. Ancaman teror itu justru melemahkan kita sebagai nakes. Selama ini kita sudah jenuh, lelah, dan khawatir dengan risiko. Tapi kok malah dapat ancaman seperti itu,” ujar Windu.

Menurut dia, teror bukan hanya menyangkut masalah perorangan. Teror tersebut membuat takut semua tenaga kesehatan yang bertugas menangani Covid-19. Dia khawatir ancaman teror itu justru membuat tenaga kesehatan enggan bekerja.

“Kita semua punya keluarga. Sudah pasti takut mendapat ancaman seperti itu. Repotnya nanti, kalau misal ada kasus lagi, kami khawatir mereka enggan ketika kami tugaskan menangani Covid-19. Dampaknya tentu luas,” katanya.

Windu berharap pengirim pesan teror itu meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Windu menegaskan dirinya tidak akan membawa kasus itu ke jalur hukum.

“Yang penting dia mau membuat surat pernyataan tidak mengulangi itu sudah cukup. Kami tidak mungkin memenjarakan dia,” katanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Identitas 3 Korban Tewas Ambulans Tabrak Truk di Tol Pekanbaru, Salah Satunya Perawat

57 tahun lalu

Polisi Olah TKP Penembakan di Rumah Pegawai Lapas Tebing Tinggi, Usut Pelaku Teror

57 tahun lalu

Rumah Pegawai Lapas di Tebing Tinggi Diteror OTK, Mobil Ditembak

57 tahun lalu

Polisi Olah TKP Teror Rumah Warga Probolinggo, Pelaku Terekam CCTV Lempar Bahan Peledak

57 tahun lalu

Rumah Warga Probolinggo Dilempar Bahan Peledak oleh OTK, Mobil dan Bangunan Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal