Sabak adalah sebuah kerajaan kuno yang menurut beberapa sumber berada di perairan antara Tiongkok dan India. Sejumlah sejarawan menafsirkan Zabaj sebagai wilayah Jawa. Namun ada sejarawan menganggap Zabaj merupakan sebutan orang Arab dan Persia untuk Iabadiu (Yawadwipa).
Nama dan lokasi pasti dari Kerajaan Sabak masih menjadi bahan perdebatan para peneliti. Ada yang mengajukan Kalimantan dan Filipina sebagai pusat kerajaan Sabak. Ada yang menghubungkan kerajaan ini dengan Sriwijaya, dan memperkirakan lokasinya berada di suatu tempat di Jawa, Sumatra, atau Semenanjung Malaya.
Beberapa sejarawan Indonesia mengatakan Zabag sama dengan Sabak (Muara Sabak), sebuah kerajaan yang terletak di muara sungai Batang Hari, Jambi. Ada juga yang memperkirakan Sabak terletak di Jawa, bukan Sriwijaya karena Sabak dicatat menganeksasi Sriwijaya. Dan ukuran Sabak hanya setengah dari ukuran pulau yang disebut Ramni (Sumatra).
Abraham Berkelius dan Thomas de Pinedo, saat memberi catatan atas naskah Ethnica karya Stephanus Byzantinus, berpendapat bahwa Jabaj berasal dari bahasa Arab-Persia yang berarti jelai, dan merupakan sebutan untuk wilayah Iabadiu atau Yawadwipa. Berkelius juga berpendat bahwa kata iaba atau yawa berasal dari bahasa Arab, yakni dari kata jabad atau aibad, yang berarti sejenis rerumputan atau jelai yang biasa digunakan untuk menggemukkan ternak.
Jawa merupakan pulau di Indonesia yang terletak di kepulauan Sunda Besar. Pulau Jawa dihuni sekitar 60 persen total populasi Indonesia. Jawa sebagian besar terbentuk dari aktivitas vulkanik.