Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 8 Surabaya Layani 38.000 Penumpang
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Disebut Pulau Jawa? Ini Jejak yang Jadi Rujukan

Sabtu, 21 Januari 2023 - 11:37:00 WIB
Kenapa Disebut Pulau Jawa? Ini Jejak yang Jadi Rujukan
Kondisi Geografis Pulau Jawa Berdasarkan Peta (Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa disebut Pulau Jawa? dalam karya Ptolemy bernama Geographia yang dibuat sekitar 150 masehi di Kekaisaran Romawi, disebut mengenai pulau bernama Labadiu atau Jabadiu. Nama ini ditengarai adalah Jawa dan kelihatannya berasal dari nama Hindu Yavadvipa (pulau Jawa). Labadiu dikatakan berarti pulau jelai juga kaya akan emas, dan mempunyai kota perak bernama Argyra di ujung barat. 

Kenapa disebut Pulau Jawa? berita tahunan dari Songshu dan Liangshu menyebut Jawa sebagai She-po (abad ke-5 M), He-ling (tahun 640-818 M). Lalu menyebutnya She-po lagi sampai masa Dinasti Yuan (1271-1368), di mana mereka mulai menyebut Zhao-Wa. Menurut catatan Ma Huan (yaitu Yingya Shenlan), orang China menyebut Jawa sebagai Chao-Wa, dan dulunya pulau ini She-po atau She-bo.

Kenapa disebut Pulau Jawa? Sulaiman al-Tajir al-Sirafi menyebutkan dua pulau penting yang memisahkan Arab dan Cina. Pertama adalah Al-Rami dengan panjang 800 parasang yang diidentifikasi sebagai Sumatra, dan yang lainnya adalah Zabaj atau Sabak, 400 parasang panjangnya dan diidentifikasi sebagai Jawa.

Berikutnya saat John dari Marignolli  pulang dari China ke Avignon. Ia singgah di Kerajaan Saba, yang ia bilang memiliki banyak gajah dan dipimpin oleh ratu. Nama Saba bisa jadi adalah interpretasinya untuk She-bo. 

Kenapa disebut Pulau Jawa? Afanasij Nikitin seorang pedagang dari Tver di Rusia melakukan perjalanan ke India pada tahun 1.466 dan mendeskripsikan tanah Jawa di buku hariannya, yang ia sebut shabait. Kata Saba sendiri berasal dari kata bahasa Jawa kawi yaitu Saba yang berarti pertemuan atau rapat. Dengan demikian, kata itu dapat diartikan sebagai tempat bertemu. Menurut Fahmi Basya, kata tersebut berarti tempat bertemu, tempat berkumpul atau tempat berkumpulnya bangsa-bangsa. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut