Kenapa Bahasa Jawa Tidak Dijadikan Bahasa Nasional? Alasannya karena Ini

Inas Rifqia Lainufar
Kenapa Bahasa Jawa tidak dijadikan bahasa nasional? Aksara Jawa (Foto: Kemdikbud)

Dengan begitu, masyarakat Indonesia dari suku lain tidak bisa bebas menggunakannya. Mereka juga harus mempelajari bahasa Jawa terlebih dahulu yang tentunya membutuhkan waktu.

2.Adanya tingkatan bahasa dalam bahasa Jawa

Perlu diketahui bahwa bahasa Jawa memiliki tingkatan bahasa, yakni ngoko, krama madya, dan krama inggil. Ketiga tingkatan itu menunjukkan kesopanan seseorang terhadap lawan bicara.

Jika berbicara pada teman sebaya atau yang lebih muda, orang Jawa akan menggunakan bahasa Jawa ngoko atau kasual. Sedangkan krama inggil biasanya digunakan untuk berbicara pada orang yang lebih tua, raja, dan lain sebagainya.

Dengan adanya tingkatan ini, bahasa Jawa dianggap tidak cocok dijadikan bahasa nasional. Pasalnya, seseorang harus memilih tingkatan bahasa terlebih dahulu ketika hendak berbicara dengan orang lain.

Dalam hal ini menurut Soekarno akan mempersulit seseorang yang hendak bicara secara demokratis. Selain itu, negara juga harus membuat kesepakatan untuk memilih tingkat bahasa yang bisa digunakan oleh semua orang, baik yang lebih rendah atau tinggi. 

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Contoh Teks MC Pernikahan Islami Bahasa Jawa, Singkat dan Elegan

57 tahun lalu

7 Contoh Pidato Perpisahan Kelas 6 Bahasa Jawa, Berkesan!

57 tahun lalu

Khutbah Jumat Bahasa Jawa Akhir Ramadhan, Bisa Jadi Referensi!

57 tahun lalu

5 Kultum Bahasa Jawa tentang Bersyukur, Menarik dan Penuh Inspirasi

57 tahun lalu

Contoh Teks MC Bahasa Jawa Pengajian​, Bisa Jadi Referensi 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal