Bukan hanya itu, warga yang mulanya hanya petani dan peternak biasa dengan penghasilan pas-pasan kemudian perlahan mulai mengembangkan peternakan kambing jenis etawa. Selain kontes, kambimg etawa juga menghasilkan susu yang bagus untuk dijual di pasaran.
Suharna, peternak kambing etawa Desa Tangkil mengatakan bahwa setelah mendapat pendampingan dari Balkesmas tersebut, kesadaran masyarakat untuk mengembangkan kambing etawa kian tinggi. Dari awalnya hanya delapan sampai 10 ekor, sekarang ada sekitar 30 ekor indukan.
“Iya lumayan, karena ada beberapa event bareng dari pendampingan Balkesmas akhirnya animo masyarakat tertarik. Jadi, mereka mulai mencari informasi. Kita juga diskusi terkait dengan kesehatan hewan,” katanya, Rabu (1/6/2022).
Menurutnya, kambing etawa memiliki harga jual tinggi karena selain dapat memproduksi susu juga bisa diikutkan kontes. Kambing yang menjuarai kontes bahkan dibandrol harga puluhan hingga ratrusan juta rupiah.
“Iya, maskotnya kambing etawa Desa Tangkil itu Ragasa. Kambing Ragasa itu sudah terjual Rp 85 juta. Saat ini sudah ada keturunannya untuk dijadikan indukan. Nah, untuk cucunya ini kemarin juara tiga kontes tingkat nasional di Sleman, dan sudah ditawar Rp60 juta tapi belum saya kasih, kalau bisa ya Rp100 juta, nego lah,” sebutnya.