“Perlu dicatat, yang kena antraks tidak semuanya, dan terpaparnya hanya di wilayah Ngrajek Wetan dan Ngrajek Kulon, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul,” katanya, Senin (21/1/2020).
Sementara hewan lain mati disebabkan berbagai alasan di antaranya sakit, kurus dan keracunan. Saat ini sample darah dan tanah sudah dikirim ke Balai Veteriner Yogyakarta untuk dilakukan penelitian laboratorium.
Atas kejadian tersebut Dinas Pertanian Dan Pangan Gunungkidul menerapkan sejumlah langkah ekstra untuk menanggulangi hal tersebut. Salah satunya dengan memberikan vaksin dan antibiotik.
Selain itu, petugas juga mengatur lalu lintas ternak dengan melarang seluruh kambing, sapi bahkan hijauan ternak yang berasal dari daerah endemik untuk keluar dari wilayah.
Dia mengimbau warga untuk segera melaporkan berbagai hewan ternak yang mati mendadak untuk diambil tindakan.