“Kami senang dengan adanya embung karena dapat digunakan untuk pengairan ladang,” kata Sumarlan, petani Desa Senenan Jepara, Kamis (19/10/2023).
“Meski ketersediaan air di embung pada musim kemarau berkurang, namun dengan lebih dari seribu embung dan 44 bendungan, kebutuhan air di Jateng dapat tercukupi,” ujar Kepala Dinas Pusdataru, Eko Yunianto.
Menurutnya, dengan skema untuk suplai irigasi pada musim tanam satu dan dua bendungan dapat dioptimalkan untuk pengairan sawah sebesar tiga puluh persen dari jumlah sawah kurang lebih 1 juta hektare di Jawa Tengah.
“Sedangkan dari jumlah 1.136 embung di Jawa Tengah, air embung dapat digunakan masyarakat untuk pengairan pertanian non padi yang tidak membutuhkan banyak air dengan berpatokan pada indikator ketersediaan air pada saat musim kemarau,” ujarnya.
Dengan embung, kata dia, meski musim kemarau tidak lagi kesulitan mendapatkan air. Namun masyarakat tetap diimbau menghemat cadangan air hingga musim penghujan mendatang agar kebutuhan air dapat tercukupi.