Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Fadjar Sumping Tjatur Rasa mengaku sudah menerima laporan kejadian kasus antraks dan menyiapkan bantuan tambahan berupa vaksin, antibiotik, dan desinfektan untuk penanganan kasus.
“Diimbau kepada masyarakat agar melapor ke petugas apabila terdapat ternak yang sakit/mati mendadak dan tidak melakukan pemotongan ternak sakit/mati," katanya.
Fadjar menambahkan, jajarannya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan pengobatan dan vaksinasi terhadap ternak yang berada di lokasi tertular dan terancam berisiko, serta pengawasan lalulintas ternak yang masuk dan keluar dari daerah tersebut.