Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Antraks di Gunungkidul, Ini Hasil Investigasi Kementan

Minggu, 12 Januari 2020 - 20:30:00 WIB
Kasus Antraks di Gunungkidul, Ini Hasil Investigasi Kementan
Kasus kematian sapi di Gunungkidul diduga akibat antraks diinvestigasi Kementan. (Foto: Dok.iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

“Sangat disayangkan bahwa kasus ini terlambat dilaporkan, sehingga menimbulkan kasus pada manusia," ucapnya.

BACA JUGA:

12 Orang di Gunungkidul Suspect Antraks, Ratusan Warga Diberi Antibiotik

Pemkab Gunungkidul Keluarkan Edaran Larangan Konsumsi Daging Hewan Sakit

Bagoes juga menyayangkan masyarakat yang masih melakukan pemotongan ternak yang sakit untuk dikonsumsi. “Semua ternak sakit, seharusnya dilaporkan ke petugas untuk diambil tindakan. Dan ternak sakit tidak boleh dipotong," katanya.

Berdasarkan investigasi tim dan pemeriksaan laboratorium BBVet, kata Bagoes, kasus kematian ternak di Desa Gombang, Kecamatan Pojong, Kabupaten Gunungkidul disebabkan penyakit Anthraks yang ditularkan oleh bakteri Bacillus Anthracis.

Invetigasi ini dilakukan dengan koordinasi bersama Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Kesehatan mengingat ini kasus zoonosis. Dinas Kesehatan juga melakukan pengambilan sampel berupa tanah tempat terjadinya kasus dan sampel luka pada kulit manusia yang diduga terpapar penyakit ini.

Dia menilai konsumsi daging ternak yang sakit merupakan faktor risiko terjadinya kasus antraks pada ternak dan manusia di desa tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut