Sebab, mereka telah memenuhi syarat melalui penilaian yang komprehensif. Jadi jika ada anggota melakukan pelanggaran, artinya ada budaya/kebiasaan yang salah.
Kapolres yang berpengalaman di bidang Propam ini menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi alasan secara rasional bahwa semua personel Polri butuh recharger dan penyeimbang otak dan hatinya.
Sehingga diperlukan recharger untuk menyeimbangkan hati dan otak. Terlebih lagi, sebentar lagi banyak tugas-tugas penting yang harus dijalankan. Yakni mulai bosterisasi hingga pengamanan Pemilu 2024.
''Oleh karena itu, kami menggelar giat refresh dan recharge mental serta otak anggota, agar menjadi lebih fresh untuk menjalankan tugas-tugas negara,'' ujarnya.