SEMARANG, iNews.id - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan aksi teror pembakaran kendaraan oleh orang tidak dikenal bukan berlatar belakang ekonomi atau dendam.
Hal itu diketahui dari korban terror yang dipilih secara acak oleh pelaku. Mayoritas korban juga tidak mempunyai masalah. “Aksi teror ini murni untuk membuat resah masyarakat. Tidak ada yang berlatar belakang ekonomi karena tidak ada barang yang hilang,” kata Kapolda saat menghadiri pertemuan dengan seluruh lurah, camat, dan ketua RT/RW di Kota Semarang, Senin (4/2/2019).
Untuk mengungkap para pelaku terror tersebut, Kapolda mengaku telah menerjunkan 450 personel untuk membantu Polrestabes Semarang, Polres Kendal dan Polres Semarang. Sebab, terror pembakaran kendaraan itu terjadi di tiga wilayah tersebut. “Tapi, seluruh polres di Jawa Tengah kami minta tetap waspada,” ucapnya.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi menegaskan akan terus membantu pihak kepolisian untuk mengungkap aksi teror yang mengganggu kenyamanan masyarakat. “Babinsa dan Babinkamtibmas akan terus mengintensifkan patroli siang malam,” tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) membuat surat edaran kepada seluruh camat dan lurah agar mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan memasang portal di setiap RT/RW.