Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polda Jateng telah menyiapkan pasukan khusus antiteror bilamana akan terjadi aksi teror di Jawa Tengah.
Saat ini, setiap gereja yang akan mengadakan Paskah telah menerapkan protokol kesehatan. Jamaah yang akan hadir dibatasi dan telah terekam barcode yang telah disiapkan kepada jamaah.
“Sehingga tidak setiap orang boleh dan bebas masuk ke dalam gereja. Yang tidak tertampung bisa mengikuti secara virtual,” ujarnya.