BACA JUGA: Virus Korona Belum Terdeteksi di Bandara Ahmad Yani Semarang
Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) sekaligus Koordinator Tempat Peternakan Ayam Desa Dengok Arif Hudarmanto menduga, ambruknya kandang ayam ini selain karena curah hujan tinggi, sebagian bangunan juga mulai rapuh.
"Pertama karena curah hujan tinggi, terus karena sebagian kandang juga sudah rapuh. Sebenarnya ini kapasitas populasinya itu 7.000, tapi saya isi 5.500 karena saya tahu kondisi kandang sebagian sudah ada yang rapuh," ujarnya, Rabu (23/1/2020).
Korban Tarmiyati langsung dilarikan ke Puskesmas Playen, sementara Sugiran dibawa kerumah duka untuk dimakamkan.