Petugas pun meminta kedua orang yang tengah tertidur itu untuk keluar dari dalam kendaraan yang sudah dimodifikasi itu. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sopir dan penumpangnya ternyata mereka berasal dari Semarang akan mudik ke Bengkulu.
Setelah dilakukan teguran, kendaraan dan penumpangnya diminta untuk putar balik. Sebab, Pelabuhan Merak saat ini sudah ditutup melayani penumpang dan kendaraan golongan I-VI.
"Kami minta mereka untuk kembali ke daerah asal," ucapnya.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak menghentikan layanan angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni bagi penumpang pejalan kaki, sepeda motor, kendaraan angkutan orang, baik pribadi maupun umum.
Namun, kendaraan barang yang membawa barang/logistik dipersilakan untuk menyebrang. Penghentian pelayanan dilakukan sejak 27 April hingga 31 Mei 2020.