Untuk antisipasi, dinas selalu menyiapkan lubang permakaman sebanyak enam hingga delapan setiap harinya. Hal tersebut dilakukan agar proses pemakaman berjalan cepat dan tidak melebihi waktu yang sudah ditentukan.
Hingga kini jumlah pasien covid-19 meninggal yang dimakamkan di permakaman Covid-19 Jatisari kurang lebih 150 orang. Pemkot semarang melalui disperkim memastikan lahan tersebut masih dapat menampung dengan jumlah banyak tidak seperti informasi yang beredar.
"Orang mati biasa dan Covid-19 itu sudah dipetak-petak. Kalau dibilang di Jatisari itu penuh, itu tidak betul," ujarnya.