GUNUNGKIDUL, iNews.id – Jual beli ternak mati masih marak di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Dinas Pertanian dan Pangan akan menggandeng polisi untuk pencegahan praktik ini.
Kerja sama ini penting untuk mengantisipasi penularan penyakit terutama antraks dari ternak ke manusia. Saat ini, baru ada satu lokasi jual beli ternak mati di Gunungkidul.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, perlu adanya komunikasi lintas sektoral untuk pencegahan dan juga penindakan praktik jual beli ternak mati di wilayah Gunungkidul. Dia mengaku mendapat banyak laporan dari masyarakat terkait dengan maraknya jual beli ternak yang mati.
"Petugas pernah mendatangi lokasi dimana ternak mati dijual dan mendapati bangkai tersebut disimpan dalam pendingin di rumah pemotongan hewan. Kami paksa untuk dikubur," kata Bambang, Sabtu (11/1/2020).
BACA JUGA: Usaha Olah Ayam Tiren di Blitar Digerebek Polisi, 2 Tersangka Diamankan