“Salah satunya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Beberapa anggaran yang bisa dipangkas, juga saya minta untuk dipangkas. Masing-masing kabupaten/kota memiliki anggaran itu cukup besar dan bisa digunakan untuk keperluan ini,” ucapnya.
Ganjar menerangkan, anggaran tersebut nantinya dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Setidaknya ada 1,8 juta warga miskin di Jateng yang belum masuk dalam data kemiskinan dan belum mendapat fasilitas dari negara.
“Kami juga siap membantu warga Jateng yang saat ini ada di Jakarta, apabila nanti Jakarta dilakukan karantina wilayah,” katanya.
Jokowi pun mengapresiasi kecepatan Ganjar dalam merelokasi dan realokasi anggaran. Dia meminta kepada kepala daerah lain di Indonesia untuk melakukan hal serupa.
“Daerah lain tolong segera lakukan relokasi dan realokasi anggaran seperti Jawa Tengah. Biar kita siap untuk mengambil kebijakan selanjutnya,” katanya.
Jokowi mengingatkan, persoalan Covid-19 bukan hanya persoalan kesehatan. Dampak sosial dan ekonomi harus benar-benar diperhatikan akibat bencana ini.
“Tukang ojek, pedagang kaki lima dan pekerja informal lainnya harus benar-benar aman. Gunakan anggaran-anggaran itu untuk jaring keamanan sosial mereka-mereka yang terdampak,” ujar Jokowi.