"Kedua melihat momentum. Bahwa berdasarkan konstitusi capres dan cawapres dicalonkan oleh Partai politik atau gabungan parpol sesuai dengan tahapan yang ditetapkan KPU," ujar Hasto.
Dengan demikian, menurutnya, akan terdapat landasan pertimbangan strategik bagi masa depan bangsa yang seharusnya dikedepankan di dalam mencari sosok pemimpin.
"Selain itu terkait dengan bagaimana pentingnya kalkulasi politik untuk memastikan kuatnya dukungan rakyat juga menjadi hal yang penting," ujarnya.
Apalagi kata Hasto, untuk memimpin dan menjaga persatuan Indonesia yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 270 juta orang dengan karakteristik terdiri dari beragam suku, adat-istiadat, agama, dan ras atau etnis serta kondisi sosial dan ekonomi yang beranekaragam bukanlah hal yang dapat diputuskan dengan terburu-buru.
"Ketiga, bahwa berkaitan dengan kepemimpinan nasional harus melalui pertimbangan yang jernih, dan matang. Sebab yang dicari adalah sosok pemimpin yang mampu mengemban tugas bagi lebih dari 270 juta penduduk Indonesia," ujarnya.