“Saya manfaatkan WhatsAppa group, sama media sosial untuk jualan masker. Yang lagi laku kebetulan masker kan. Kalau nggak gitu, nggak dapat penghasilan, “ ucapnya.
Kalau dulu ketika ramai job, Fisa bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membantu biaya kuliah, tapi sekarang lebih banyak mengandalkan sokongan dana dari orang tua. Kebetulan orang tuanya yang mengelola usaha pembuatan kerupuk di rumah juga sedang mengalami penurunan omzet penjualan.
“Dulu ibaratnya bisa menafkahi sendiri, tapi kini full menggantungkan orang tua. Alhamdulilah bapak masih ada usaha di rumah, meski pasar saat ini juga sepi, “ katanya.
Dia berharap setelah hampir tiga bulan menganggur, pemerintah maupun pihak kepolisian bisa menggulirkan kebijakan terbaik. Satu sisi pekerja seni bisa bekerja kembali, namun di sisi lain tetap memperhatikan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran Covid-19.